Kategori
Uncategorized

Arifin Senang Bisa Kuliah Gratis di UGM, Dulu Anak Korban Tsunami Aceh

Arifin Senang Bisa Kuliah Gratis di UGM, Dulu Anak Korban Tsunami Aceh

Pada 2004 silam, di Aceh berjalan bencana tsunami yang dahsyat. Banyak warga yang menjadi korban sampai kehilangan area tinggalnya. Seperti halnya yang dialami Muhammad Arifin Ilham (18). Ia lahir tiga bulan usai tsunami Aceh 2004. Orangtuanya kehilangan rumah karena rata bersama tanah akibat terkena terjangan tsunami. Hingga mengharuskan Arifin dan ke dua orangtuanya tinggal di barak pengungsian. Meski demikian, kini Arifin bersyukur sanggup kuliah di keliru satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yaitu di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bahkan ia menjadi penerima UKT Pendidikan Unggul bersubsidi 100% (UKT 0) berasal dari UGM supaya dibebaskan berasal dari ongkos kuliah sampai 8 semester. Tidak hanya itu saja, Arifin juga menjadi kandidat penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) berasal dari pemerintah. Hidup di lingkungan simpel Melansir laman smkn 5 tanggerang, Senin (10/7/2023), Arifin masuk Universitas Gadjah Mada lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2023 di Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL. Arifin merupakan anak pertama berasal dari tiga bersaudara pasangan Mukhlis (46) dan Afrianti (40) asal Desa Lamgeu eu, Peukan Bada, Aceh Besar. Sang papa menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga yang tiap-tiap harinya menggerakkan usaha toko kelontong. Dari usahanya itu, penghasilan yang dihasilkan tiap-tiap bulannya kebanyakan Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta dan itu untuk menghidupi keluarga besarnya. Maka tak heran kecuali sejak kecil Arifin hidup dan tumbuh di lingkungan sederhana. Bahkan, di awal kehidupannya dijalani di barak pengungsian.

Mahasiswa UGM Inovasi Gula Cair Rendah Kalori

Mahasiswa Master of Public Health, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Ns. Listi Sukmawati, S.kep, sebabkan inovasi gula cair rendah kalori. Adapun inovasi itu ialah Glucosweet. Tentu Glucosweet sanggup menjadi alternatif pengganti gula berbahan tebu. Untuk bahannya ialah singkong dan diproduksi bersama memberikan enzim alami 100 persen. Tak heran kecuali perihal itu menjadikan Glucosweet dinilai baik berasal dari sisi kesegaran karena mempunyai kalori lebih rendah dibanding gula berbahan tebu. Memiliki tingkat kemanisan 2x berasal dari gula pasir biasa, pemakaian Glucosweet diinginkan tidak terlampau banyak supaya sanggup kurangi intake gula.

Ternyata, penggagas produk Glucosweet itu ialah penerima beasiswa Badan Kesehatan Dunia (WHO)-Tropical Disease Research (TDR) yang sesungguhnya telah sejak lama berkeinginan bisnis. Selain itu, ia juga menghendaki usaha yang selamanya bersamaan bersama dunianya yaitu di bidang kesegaran masyarakat. Untuk itu ia lakukan studi literatur dan juga menggerakkan berbagai diskusi berkenaan gula yang rendah kalori berasal dari bahan yang ketersediaannya melimpah di Indonesia. Keinginan yang kuat terhadap kelanjutannya membawanya bersua bersama teman-temannya yang sampai kini berhimpun bersama timnya yang kemudian berfokus mengembangkan gula cair berbahan baku singkong. Sedang lahirlah merek bernama Glucosweet, merek yang sesungguhnya diinginkan berikan pilihan dan kegunaan bagi masyarakat menyangkut soal makanan dan minuman sehat. “Kalau pernah coba rasanya lezat dan nyaman di tenggorokan, makanya sebabkan Glucosweet terlampau sesuai untuk digunakan di berbagai produk olahan makanan dan minuman,” ujarnya dikutip berasal dari laman UGM, Jumat (23/6/2023).